Agrinas Palma Nusantara Dorong UMKM Ramah Lingkungan

Tri Sugiharti, pendiri UMKM Kreasi Menik di Ulujami, Jakarta Selatan.

Jakarta, 11 September 2025 – Di balik tumpukan sampah kertas, plastik sachet, dan minyak jelantah, tersimpan peluang besar yang jarang dilihat orang. Peluang itu ditangkap Tri Sugiharti, pendiri UMKM Kreasi Menik di Ulujami, Jakarta Selatan. Dengan tekad dan ketekunan, ia mengubah limbah menjadi produk rumah tangga yang estetik, fungsional, sekaligus bernilai ekonomi.

Namun perjalanan tidak selalu mudah. Modal terbatas, keterampilan SDM yang masih minim, serta pemasaran yang belum maksimal menjadi tantangan nyata. Di titik inilah PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) hadir. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), badan usaha milik negara ini menunjukkan kepedulian kepada UMKM yang tumbuh dari bawah.

“Bantuan ini sudah lama saya tunggu. Dengan packaging yang lebih bagus, nilai jual produk kami bisa meningkat,” ujar Tri Sugiharti penuh syukur di sanggarnya yang sejuk dan tenang saat ditemui Divisi TJSL PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) di sanggarnya, Rabu (10/9).

Salah satu produk Kreasi Menik, yang dibuat dari bahan daur ulang.

Kepedulian yang Nyata

Dukungan Agrinas Palma tidak hanya berbentuk peralatan produksi dan kemasan modern, melainkan juga dorongan moral bahwa usaha kecil seperti Kreasi Menik punya arti besar. Bantuan berupa mesin pemotong, kardus tebal, hiasan, hingga tag produk menjadi modal penting agar produk daur ulang tampil lebih rapi dan profesional.

Bagi Agrinas Palma, mendukung UMKM bukan sekadar program sosial. Ini adalah bagian dari komitmen kerakyatan: memastikan usaha kecil mendapat ruang tumbuh, memperkuat daya saing, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program TJSL diarahkan untuk menjawab tantangan sosial dan lingkungan, sekaligus memperkuat sektor ekonomi mikro,” kata Devi Julirawati, Manager Pengelola CID dan PUMK dari Divisi TJSL Agrinas Palma.

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memberikan dukungan bagi UMKM Kreasi Menik di Ulujami, Jakarta Selatan.

Dari PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) hadir dari Divisi TJSL, Manager Pengelola CID dan PUMK Devi Julirawati, Manager Perencanaan Program dan Monitoring Evaluasi Amilia Fahma Kusumawardhani, Staff Pengelola CID dan PUMK ⁠Luthfi Firmansyah, Assistant Manager Perencanaan Program dan Monitoring Evaluasi ⁠Alvin Cesarrio, Staff Pengelola Operasional Non CID dan ESG Anisah Zhafirah Siregar dan Divisi Komunikasi, Hubungan Kelembagaan dan Media Kreatif hadir staf Hubungan Kelembagaan Dinda Syifa Firliani beserta Utsman Goza Masela, mahasiswa magang di Media Kreatif.

Ekonomi Kerakyatan dari Sampah

Kreasi Menik lahir dari modal Rp300 ribu pinjaman kas RT. Kini, lebih dari 60 jenis produk telah dihasilkan. Kotak tisu menjadi produk unggulan, dengan penjualan rata-rata 100 buah per bulan.

Ketersediaan bahan baku dijaga melalui Bank Sampah Tri Alam Lestari, yang melibatkan lebih dari 100 nasabah aktif. Dari situ, kertas bekas, plastik, hingga minyak jelantah dikumpulkan. Warga mendapat manfaat finansial, sementara Kreasi Menik memperoleh pasokan bahan baku.

Produk yang dihasilkan beragam: tas dari plastik sachet, sabun padat dan cair dari minyak jelantah, hingga lilin aromaterapi. Semua diproduksi manual oleh warga sekitar. Inilah wajah nyata ekonomi kerakyatan, di mana masyarakat bukan hanya mengelola sampahnya, tetapi juga ikut terlibat dalam rantai produksi.

Ketersediaan bahan baku dijaga melalui Bank Sampah Tri Alam Lestari, yang melibatkan lebih dari 100 nasabah aktif yang menerima manfaat finansial.

Harapan untuk Keberlanjutan

Meski sudah merambah toko daring dan reseller, Kreasi Menik masih bermimpi lebih besar: tampil di pameran nasional, menembus pasar modern, bahkan diekspor. Harapan itu kini lebih dekat berkat kepedulian Agrinas.

Tri Sugiharti berharap kerja sama tidak berhenti di pengemasan, melainkan juga mencakup dukungan pemasaran. “Mudah-mudahan semakin banyak UMKM yang terbantu oleh Agrinas. Karena UMKM seperti kami butuh teman jalan, bukan hanya sesaat,” ujarnya.

Ada prinsip yang juga dia pegang teguh. “Lebih baik hidup dari sampah, dri pada hidup jadi sampah,” kata Ibu Tri.

Semangat Kerakyatan

Bagi Agrinas Palma Nusantara, mendukung UMKM seperti Kreasi Menik sejalan dengan semangat membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi sirkular yang berbasis masyarakat.

Lebih jauh, langkah ini memperkuat peran BUMN sebagai agen pembangunan: hadir di tengah rakyat, membangun dari bawah, dan memastikan manfaat dirasakan langsung oleh komunitas.

Dari sudut kecil Ulujami, cerita Kreasi Menik menjadi bukti bahwa kepedulian perusahaan kepada rakyat bisa menghadirkan perubahan nyata. Bahwa dari sampah sekalipun, lahir harapan baru, bila ada tangan yang peduli dan uluran yang tulus. *

Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan
Dinda Syifa Firliani, Utsman Goza Masela
Editor; Natalia Santi